Event

Sering Disalahartikan, Apa Bedanya TBC dan Kanker Paru?

ditinjau oleh dr. Devi Elora - KALGen Academia Team
17 March 2026
Bagikan
Share to Facebook Share to Twitter Share to Whatsapp

TBC (Tuberkulosis) dan kanker paru merupakan dua penyakit paru yang sering menimbulkan gejala serupa, seperti batuk berkepanjangan, sesak nafas, atau nyeri dada. Kemiripan ini membuat tidak sedikit orang sulit membedakan keduanya. Padahal, penyebab, penanganan, hingga tingkat keparahannya sangat berbeda.

Kesalahan dalam memahami gejala dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis dan penanganan yang tepat. Oleh karena itu, penting untuk mengenali perbedaan antara TBC dan kanker paru agar gejala yang muncul tidak dianggap sepele.

Di sisi lain, kanker paru merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia. Berdasarkan data global, kanker paru menjadi penyebab utama kematian akibat kanker dengan sekitar 1,8 juta kematian setiap tahun, serta lebih dari 2,4 juta kasus baru yang terdiagnosis. Banyak kasus baru terdeteksi pada tahap lanjut, sehingga penanganannya menjadi lebih sulit.

Sementara itu, TBC adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan masih banyak ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Karena kedua penyakit ini dapat menimbulkan gejala yang mirip pada tahap awal, kebingungan dalam membedakannya sering terjadi di masyarakat.

Lalu, apa saja perbedaan utama antara TBC dan kanker paru? Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Perbedaan Kanker Paru dengan Tuberculosis (TBC)

  1. Berdasarkan Penyebab

Perbedaan utama antara TBC dan kanker paru terletak pada penyebabnya. TBC merupakan penyakit infeksi, sedangkan kanker paru merupakan penyakit akibat pertumbuhan sel abnormal pada jaringan paru-paru.

TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru dan dapat menular melalui droplet ketika penderita batuk atau bersin. Bakteri ini memicu peradangan pada jaringan paru dan dapat menyebabkan kerusakan paru jika tidak ditangani dengan tepat.

Sedangkan kanker paru tidak disebabkan oleh infeksi, melainkan karena adanya mutasi  sel-sel paru yang membuat sel tersebut tumbuh secara tidak terkendali. Merokok menjadi faktor risiko utama, namun faktor lain seperti polusi udara, paparan zat berbahaya di lingkungan kerja, serta riwayat keluarga juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker paru.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa infeksi TBC dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker paru, terutama karena peradangan kronis pada jaringan paru yang berlangsung lama. Namun secara umum, TBC dan kanker paru tetap merupakan dua penyakit yang berbeda baik dari segi penyebab maupun cara penanganannya.

  1. Berdasarkan Gejala 

TBC dan kanker paru dapat menimbulkan gejala yang mirip, seperti batuk berkepanjangan, nyeri dada, penurunan berat badan, hingga batuk berdarah. Karena kemiripan ini, tidak sedikit orang yang sulit membedakan keduanya tanpa pemeriksaan medis.

Pada kanker paru, gejala sering kali tidak muncul pada tahap awal dan biasanya baru terasa ketika penyakit sudah berkembang. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain batuk yang terus-menerus dan semakin parah, sesak nafas, nyeri dada, suara serak, serta penurunan berat badan dan hilangnya nafsu makan. Dalam beberapa kasus juga dapat terjadi perubahan pada ujung jari (clubbing) atau pembengkakan pada wajah dan leher.

Sementara itu, TBC paru biasanya ditandai dengan batuk yang berlangsung lebih dari tiga minggu, sering disertai dahak atau batuk darah. Gejala lain yang cukup khas adalah demam, keringat di malam hari, kelelahan, dan penurunan berat badan karena TBC merupakan penyakit infeksi.

Meskipun beberapa gejalanya serupa, TBC lebih sering disertai tanda infeksi seperti demam dan keringat malam, sedangkan kanker paru sering berkaitan dengan gangguan fungsi paru yang semakin memburuk. Oleh karena itu, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis yang tepat.

  1. Berdasarkan Pemeriksaan

Perbedaan utama pemeriksaan TBC dan kanker paru terletak pada tujuan diagnosisnya. Pada TBC, pemeriksaan bertujuan untuk mendeteksi infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pemeriksaan yang umum dilakukan adalah tes dahak (sputum) melalui mikroskopis, tes molekuler seperti Tes Cepat Molekuler (TCM), kultur bakteri, dan rontgen dada. 

Sementara itu, pemeriksaan kanker paru bertujuan mendeteksi adanya tumor atau sel kanker. Metode yang sering digunakan adalah pencitraan seperti CT scan atau low-dose CT scan (LDCT) untuk melihat adanya nodul atau massa pada paru-paru. Jika ditemukan kelainan yang mencurigakan, dokter biasanya akan melakukan biopsi jaringan untuk memastikan apakah sel tersebut bersifat kanker. 

Perbedaan metode ini menunjukkan bahwa meskipun gejalanya dapat serupa, TBC dan kanker paru memerlukan pendekatan diagnosis yang berbeda.

Bahaya Salah Diagnosis antara TBC dan Kanker Paru

Dalam praktik klinis, salah diagnosis antara TBC dan kanker paru dapat terjadi karena keduanya menunjukkan gambaran klinis dan radiologis yang serupa. Pasien kanker paru yang didiagnosis sebagai TBC dapat menjalani terapi anti-TB dalam waktu lama, sehingga diagnosis kanker menjadi terlambat dan penyakit berkembang ke tahap yang lebih lanjut.

Pada pemeriksaan pencitraan, TBC sering menunjukkan gambaran seperti kavitas, efusi pleura, atau limfadenopati, sedangkan kanker paru lebih sering tampak sebagai nodul pada paru-paru. Namun, beberapa temuan radiologi dapat saling menyerupai sehingga sulit dibedakan hanya melalui pencitraan. 

Selain itu, beberapa penanda tumor dalam darah juga tidak selalu spesifik, karena dapat meningkat pada kondisi selain kanker, termasuk infeksi TBC. Oleh karena itu, pemeriksaan lanjutan seperti analisis jaringan (biopsi) sering diperlukan untuk memastikan diagnosis yang akurat.

Pentingnya Mengenali Perbedaan TBC dan Kanker Paru Sejak Dini

Memahami perbedaan antara TBC dan kanker paru sejak dini sangat penting untuk menentukan penanganan yang tepat. Pemeriksaan medis yang akurat dapat membantu memastikan penyebab gejala, sehingga pasien dapat segera mendapatkan terapi yang sesuai. Semakin cepat suatu penyakit terdeteksi, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan.

Sebagai laboratorium diagnostik, KALGen Innolab mendukung upaya deteksi dini kanker paru melalui layanan pemeriksaan berbasis teknologi diagnostik modern. Pemeriksaan berbasis molekuler saat ini semakin berkembang untuk membantu memahami karakteristik penyakit paru secara lebih mendalam. KALGen Innolab memiliki beberapa pelayanan untuk pemeriksaan molekuler kanker paru, seperti Triple test marker EGFR, PD-L1, dan ALK. Selain itu, terdapat pemeriksaan TB 4 in One untuk tes molekuler cepat diagnosis TB.

Kesimpulan 

TBC dan kanker paru merupakan dua penyakit paru yang berbeda, namun seringkali menimbulkan gejala yang mirip, seperti batuk berkepanjangan, nyeri dada, sesak nafas, hingga penurunan berat badan. Kemiripan gejala ini dapat membuat keduanya sulit dibedakan tanpa pemeriksaan medis yang tepat. Disamping itu, penyebab, cara penanganan, serta tingkat keparahan kedua penyakit tersebut sangat berbeda.

Oleh karena itu, penting untuk tidak mengabaikan gejala paru yang berlangsung lama dan segera melakukan pemeriksaan kesehatan. Diagnosis yang tepat sejak dini dapat membantu memastikan penyebab penyakit serta menentukan penanganan yang sesuai. Dengan pemeriksaan medis yang tepat, baik TBC maupun kanker paru dapat dideteksi lebih awal sehingga peluang penanganan yang lebih efektif menjadi lebih besar.

Referensi

Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Causes of tuberculosis (TB). https://www.cdc.gov/tb/causes/index.html

Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Signs and symptoms of tuberculosis. https://www.cdc.gov/tb/signs-symptoms/index.html

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Mengenal gejala kanker paru. https://upk.kemkes.go.id/new/mengenal-gejala-kanker-paru

Sauler, M., & Gulati, A. (2023). The bidirectional relationship between pulmonary tuberculosis and lung cancer. Frontiers in Oncology, 12, 1057080. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9859200/

Zhou, X., Zhang, Y., & Chen, Y. (2026). Tuberculosis and lung cancer: Insights from a narrative review. Cancers, 18(1), 83. https://doi.org/10.3390/cancers18010083

Baca Juga Yang Lainnya

Batuk Tak Kunjung Sembuh? Waspadai Gejala Kanker Paru
ditinjau oleh dr. Devi Elora - KALGen Academia Team
18 March 2026
Sering Disalahartikan, Apa Bedanya TBC dan Kanker Paru?
ditinjau oleh dr. Devi Elora - KALGen Academia Team
17 March 2026
Kanker Payudara Stadium Awal: Apakah Selalu Perlu Kemoterapi?
ditinjau oleh dr. Devi Elora - KALGen Academia Team
13 March 2026
Artikel Lainnya
Batuk Tak Kunjung Sembuh? Waspadai Gejala Kanker Paru
batuk-tak-sembuh-gejala-kanker-paru
Sering Disalahartikan, Apa Bedanya TBC dan Kanker Paru?
perbedaan-tbc-dan-kanker-paru
Kanker Payudara Stadium Awal: Apakah Selalu Perlu Kemoterapi?
kanker-payudara-stadium-awal-perlukah-kemoterapi
Kanker Paru: Tidak Hanya Terjadi pada Perokok
kanker-paru-tidak-hanya-terjadi-pada-perokok
LOADING ...